Thursday, June 8, 2017

Perbedaan Antara Kurs Jual dengan Kurs Beli

Dalam pasar valuta asing, dikenal dua macam kurs. Kedua macam kurs tersebut adalah kurs jual dan kurs beli. Kurs jual berbeda dengan kurs beli. Namun, masih banyak orang yang sulit membedakan mana kurs jual dan mana kurs beli. Untuk dapat membedakannya, silahkan simak penjelasan dibawah ini.

A.Pengertian Kurs Jual dan Kurs Beli

1.Kurs Jual
Kurs jual adalah kurs yang digunakan ketika pedagang valas (money changer, bank) melakukan penjualan terhadap valuta asing (alat pembayaran luar negeri).

2.Kurs Beli
Kurs beli adalah kurs yang digunakan ketika pedagang valas melakukan pembelian terhadap valuta asing.

Untuk lebih memperjelas perbedaan diantara keduannya, silahkan simak contoh dibawah ini.

B.Pengunaan Kurs Jual dan Kurs Beli
Berikut adalah beberapa contoh pengunaan kurs jual dan kurs beli :

Contoh : Kurs Jual Sin $ : Rp9.500 dan Kurs Beli Sin $ : Rp9.000

1.Ani seorang warga Indonesia ingin pergi jalan-jalan ke negara Singapura. Tentu alat pembayaran untuk melakukan transaski di Singapura haruslah Sin $. Maka dari itu, Ani melakukan pertukaran mata uang dari Rp ke Sin $. Ani kemudian mendatangi money changer terdekat untuk menukarkan Rp9.500.000 menjadi uang Sin$ (membeli Sin $) . Karena Ani ingin membeli Sin $ berarti pedagang valas melakukan penjualan Sin $ kepada Ani. Maka, yang digunakan disini adalah kurs jual sebesar Rp9.500/1 Sin$. Dengan uang sebesar Rp9.500.000, maka Ani akan mendapatkan Sin $ sebesar 1000 Sin $. (Rp9.500.000 : Rp9.500/1 Sin$)

2.Setelah puas berjalan-jalan ke Singapura, ternyata uang Sin $ yang dimiliki Ani tidak habis sepenuhnya. Masih tersisa sedikit, yaitu sebesar 100 Sin $. Karena di Indonesia uang Sin $ tidak berlaku, maka Ani ingin mengembalikannya menjadi Rp (menjual Sin $). Kemudian Ani mendatangi money changer terdekat untuk menukarkan 100 Sin $ dengan uang Rp. Karena Ani ingin menjual Sin $ berarti pedagang valas melakukan pembelian Sin $ kepada Ani. Maka, yang digunakan disini adalah kurs beli sebesar 1 Sin$/Rp9.000. Dengan uang sebesar 100 Sin $, maka Ani akan mendapatkan Rp sebesar Rp900.000 (100Sin $ x Rp9.000)

Note : Kurs Jual selalu lebih besar daripada kurs beli

Nah, itu tadi penjelasan mengenai perbedaan antara kurs jual dan kurs beli. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu pembaca untuk memahami pengunaan kurs jual dan kurs beli. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Pelaku Pasar Berjangka

Pasar Berjangka adalah tempat berbagai contoh barang-barang produksi dipamerkan untuk selanjutnya diperjualbelikan, dimana barang yang diperjualbelikan sesungguhnya tidak berada di tempat. Dalam pasar berjangka, terdapat beberapa pelaku yang ada, yaitu hedger, investor, dan pialang. Berikut ini adalah penjelasan mengenai pelaku pasar berjangka.

Pelaku Pasar Berjangka
Terdapat 3 pelaku yang ada pada pasar berjangka, yaitu sebagai berikut :

1.Hedger
Hedger adalah orang yang melakukan transaksi agar resiko kerugian kecil karena adanya perubahan harga. Hedger terdiri dari para petani, produsen, pedagang komoditi, dan industri pemakai komoditi.

2.Investor
Investor atau sering disebut juga spekulator adalah orang-orang yang berusaha untuk memperoleh keuntungan dari perubahan harga yang terjadi di bursa. Investor mempunyai peranan yang penting dalam menciptakan likuiditas (perihal posisi uang kas suatu perusahaan dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo tepat pada waktunya) karena memiliki dana yang besar. Terkadang investor berfungsi sebagai jembatan antara hedger yang ingin menjual pada saat tertentu dengan hedger lain yang akan membeli di kemudian hari.

3.Pialang
Pialang adalah badan usaha yang mendapatkan hak untuk menerima pesanan dari pemberi amanat dengan komisi sebagai imbalannya. Pialang mempunyai peran sebagai jembatan antara bursa dengan pemakai yang bukan anggota. Melalui pialang, mereka yang bukan anggota bursa dapat melakukan transaksi di bursa. Hal ini yang membuat pialang disebut sebagai 'penggerak hedging dan spekulasi di bursa'.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai pelaku pasar berjangka. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai pasar berjangka. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Saturday, June 3, 2017

Macam-Macam Bentuk Proteksi dalam Perdagangan Internasional

Dalam era perdagangan bebas saat ini, pemerintah tetap harus melakukan kontrol agar perdagangan bebas tersebut tidak merugikan negara. Salah satu cara untuk mengkontrol perdagangan bebas tersebut adalah dengan mengeluarkan kebijakan proteksi. Terdapat banyak bentuk-bentuk yang dapat dijadikan sebagai kebijakan proteksi. Berikut ini adalah penjelasan mengenai bentuk-bentuk kebijakan proteksi.

Macam-Macam Bentuk Proteksi

A.Tarif
Tarif adalah pajak yang diterapkan terhadap harga barang impor. Tarif akan dilakukan ketika harga pasar internasional lebih rendah dibandingkan harga pasar dalam negeri. Ketika tarif diberlakukan, maka secara otomatis harga barang-barang impor akan menjadi lebih mahal dibandingkan harga barang-barang domestik. Hal ini akan mengakibatkan orang menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor karena harga yang tinggi.

Berikut ini adalah beberapa jenis tarif dalam perdagangan internasional :

  1. Tarif tunggal (Single Column Tariff) : Tarif ini memberlakukan persentase yang sama untuk impor komoditas dari negara manapun tanpa terkecuali.
  2. Tarif umum/konvesional (General/Conventional Tariff) : Tarif ini menetapkan persentase yang berbeda antara negara satu dengan negara lainnya. Tarif ini biasa disebut juga sebagai two column tariff
  3. Tarif Preferensi (Prefential Tariff) : Tarif ini memiliki persentase yang lebih rendah, bahkan untuk komoditi tertentu bisa nol persen, karena ada hubungan khusus antara negara pengimpor dengan negara pengekspor.

B.Kuota
Kuota adalah kebijakan proteksi yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara membatasi masuknya barang-barang impor. Pembatasan barang impor berarti barang yang masuk jumlah terbatas sehingga biaya rata-rata untuk masing-masing barang akan meningkat. Harga barang impor akan naik sehingga produk dalam negeri dapat bersaing.

Kuota memiliki efek yang sama dengan tarif, yaitu akan membuat harga barang impor menjadi lebih tinggi dan membuat orang kurang tertarik untuk membelinya. Berbeda dengan tarif dimana konsumen membayar pajak kepada pemerintah, melalui kuota, sebagian pendapatan tersebut akan jatuh ke tangan perusahaan asing. Kuota merupakan cara paling cepat untuk membalikkan defisit neraca pembayaran.

C.Larangan Ekspor
Larangan ekspor merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk melarang segala kegiatan ekspor. Hal dilakukan untuk menghindari kelangkaan barang yang dapat mengakibatkan harga barang tersebut naik. Sebagai contoh, pada tahun 1999-2000, di Indonesia terjadi kelangkaan minyak goreng dan gula pasir karena barang-barang tersebut diekspor keluar negeri. Sebagai akibatnya, harga kedua barang tersebut menjadi tinggi.

D.Larangan Impor
Larangan impor adalah kebijakan pemerintah untuk melarang masuk barang-barang tertentu ke dalam negeri. Larangan impor memiliki tujuan, yaitu mengurangi pesaing produk dalam negeri, untuk meningkatkan harga produk dalam negeri, untuk meningkatkan omzet penjualan produk dalam negeri, dan untuk mengurangi larinya devisa keluar negeri.

Salah satu metode melarang impor adalah cukup dengan menutup pintu masuk pelabuhan. Namun, metode yang lebih sering dipakai adalah membatasi jumlah barang yang boleh diimpor (kuota).

E.Subsidi
Subsidi adalah kebijakan pemerintah dengan cara memberikan bantuan kepada produk dalam negeri agar dapat dijual dengan harga yang lebih murah sehingga mampu bersaing dengan produk impor. Bantuan ini berupa tambahan dana untuk modal, fasilitas, bantuan setiap untuk produksi, dan alat-alat.

Pemerintah mendanai subsidi melalui pajak yang diterima oleh negara. Jika subsidi meningkat, maka pajak juga akan meningkat. Hal ini berbeda dengan tarif yang mana merupakan pajak yang dibayar oleh konsumen yang menggunakan produk tersebut. Sementara itu, subsidi didanai dengan mengenakan pajak kepada setiap orang. Sebagian orang mungkin merasa tidak adil, terutama jika mereka tidak menggunakan produk dari industri yang mendapatkan subsidi.

F.Premi
Premi adalah kebijakan pemerintah menambahkan dana dalam bentuk uang kepada produsen yang berhasi mencapai target-target tertentu. Pengaruh terhadap produski dalam negeri sama dengan pengaruh yang dimiliki oleh subsidi.

G.Diskrimnasi Harga
Diskriminasi harga adalah kebijakan pemerintah untuk menetapkan harga yang berbeda terhadap barang yang sama. Adapun beberapa pertimbangan yang dijadikan oleh suatu negara dalam menerapkan kebijakan diskriminasi harga, yaitu :

  1. Kemampuan negara tujuan ekspor : Bagi negara yang memiliki kemampuan beli tinggi, maka akan ditetapkan harga tinggi. Sedangkan untuk negara dengan kemampuan beli rendah, maka akan ditetapkan harga yang lebih murah.
  2. Selera negara tujuan ekspor : Negara yang memiliki selera tinggi terhadap suatu barang, maka akan dijual dengan harga tinggi. Sedangkan jika tidak, maka akan dijual dengan harga lebih rendah.
  3. Alasan politis : Suatu negara dapat menerapkan kebijakan diskriminasi harga karena alasan poliits. Misal, menjual barang dengan harga yang lebih murah kepada negara-negara dalam satu kawasan.

H.Dumping
Dumping adalah kebijakan yang diberlakukan oleh suatu negara dengan cara menjual barang ke luar negeri lebih murah daripada dijual didalam negeri. Negara akan mampu melakukan dumping, jika penduduk dalam negeri tidak mungkin membeli barang dari luar negeri atau memonopoli produk.

Dumping memiliki tujuan antara lain : menguasai pasar luar negeri, untuk mencapai target-target jumlah produk, dan untuk menghabiskan sisa barang produk lainnya.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Macam-Macam Bentuk Proteksi dalam Perdagangan Internasional. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai perdagangan internasional. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya. 

Wednesday, May 31, 2017

Alasan Proteksi dalam Perdagangan Internasional

Dalam perdagangan internasional, ada sejumlah kebijakan proteksi yang diambil oleh pemerintah. Tentu, pengambilan kebijakan proteksi ini bukan tanpa alasan, pastilah ada alasan mengapa pemerintah mengambil kebijakan proteksi dalam perdagangan internasional. Berikut ini adalah alasan mengapa pemerintah mengambil kebijakan proteksi dalam perdagangan internasional.

Alasan Proteksi dalam Perdagangan Internasional

A.Melindungi Industri Dalam Negeri yang Masih Baru
Alasan pertama mengapa pemerintah mengambil kebijakan proteksi adalah untuk melindungi industri dalam negeri yang masih baru. Industri yang baru saja terbentuk tentulah tidak langsung dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar, apalagi perusahaan yang sudah bertaraf internasional. Dengan adanya proteksi, usaha kecil dan menengah yang masih baru dapat secara perlahan-lahan bersaing dengan luar negeri. Proteksi ini hanya bersifat sementara hingga usaha tersebut sudah mampu bersaing dengan perusahaan luar negeri.

B.Melindungi Tenaga Kerja Dalam Negeri
Bila barang impor dari luar negeri dapat dengan bebas masuk tanpa proteksi dari pemerintah, maka usaha dalam negeri lama-kelamaan akan sulit untuk bersaing, sehingga akan mengakibatkan kebutuhan akan tenaga kerja menurun. Apalagi, jika barang impor dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga barang dari dalam negeri. Hal ini terjadi pada industri baja di Amerika Serikat pada tahun 1980-an. Pada saat itu pesaing dari Jerman dan Jepang mampu menutup banyak pabrik baja di Amerika Serikat. Setelah proteksi dilakukan, maka industri dalam negeri dapat bersaing dengan barang impor.

C.Mencegah Dumping
Dumping terjadi ketika sebuah negara menjual barang ke negara lain dengan harga dibawah harga produksi. Artinya, negara tersebut merugi karena menjual harga barang dibawah harga produksi. Namun, hal ini memiliki tujuan tersendiri, yaitu untuk menguasai pasar di luar negeri. Sebagai contoh, Cina menjual kain ke Indonesia dengan harga Rp4.000 per meter. Padalah harga produksinya adalah sebesar Rp6.000 per meter. Hal ini akan menarik konsumen untuk membeli kain dari Cina daripada kain yang diproduksi Indonesia. Bagi produsen tekstil Indonesia, hal ini akan menjadi bencana karena tidak akan ada lagi orang yang membeli kain dari Indonesia. Akhirnya, produsen tekstil gulung tikar dan Cina berhasil menguasai pasar kain di Indonesia. Setelah berhasil dikuasai, Cina akan mengembalikan harga ke harga yang seharusnya.

Hal ini dapat dicegah dengan kebijakan proteksi dari pemerintah. Kebijakan proteksi tersebut dapat berupa tarif/pajak. Sebagai contoh, pada bulan April 1987, Amerika Serikat menerapkan tarif 100% bagi beberapa produk Jepang yang diimpor ke Amerika Serikat. Hal ini dilakukan Amerika karena Jepang menerapkan sistem dumping pada chip komputer yang mereka ekspor ke Amerika Serikat.

D.Mencegah Over-Specialization
Era perdagangan bebas saat ini mendoorng setiap negara untuk melakukan spesialisasi pada produk dimana mereka memiliki keunggulan komparatif. Namun, jika spesialisasi itu berlebihan dapat menimbulkan bencana ketika barang yang dispesialisasi suatu negara tidak dibutuhkan lagi oleh dunia seperti semula. Melalui proteksi, maka negara dapat menjaga berbagai jenis industri agar tetap hidup dan mencegah terjadinya spesialisasi yang berlebihan.

E.Mengurangi Defisit Neraca Pembayaran Nasional
Mengurangi defisit neraca pembayaran nasional seringkali menjadi alasan untuk melakukan proteksi. Melalui proteksi, maka pembelian barang dari luar negeri dapat dikurangi dan berganti dengan pembelian barang dari dalam negeri.

F.Melindungi Industri-Industri Penting untuk Pertahanan Nasional
Ini dilakukan untuk mencegah kertergantungan terhadap luar negeri untuk sumber daya dan produk yang penting bagi pertahanan negara tersebut, yang mungkin tidak dapat diperoleh ketika perang. Meskipun demikian, sulit menentukan mana industri yang penting bagi pertahanan nasional dan bisa saja berbeda-beda bagi tiap negara.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Alasan Proteksi dalam Perdagangan Internasional. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai Perdagangan Internasional. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya. 

Tuesday, May 30, 2017

Perbedaan Jarak dan Perpindahan

Banyak orang yang masih kurang paham dengan apa yang dimaksud jarak dan apa yang dimaksud dengan perpindahan. Keduanya adalah hal yang benar-benar berbeda. Untuk memahami lebih lanjut mengenai perbedaan antara jarak dan perbedaan, silahkan simak pembahasan dibawah ini.


Perbedaan Jarak dan Perpindahan
Jarak dan perpindahan merupakan dua hal yang benar-benar berbeda. Untuk dapat memahaminya, perhatikan contoh dibawah ini :


  • Pada gambar diatas, Ani berjalan dari titik A ke titik B sejauh 8m. Kemudian Ani berjalan lagi dari titik B ke titik C sejauh 15m. Maka jarak yang ditempuh oleh Ani adalah sejauh 8+15 = 23m. Sedangkan untuk perpindahan yang Ani lakukan adalah sejauh 17m.

Berdasarkan gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda dari titik awal ke titik akhir. Dalam gambar diatas, maka Ani harus melewati lintasan A ke B kemudian lintasan B ke C. Sedangkan perpindahan adalah seberapa seberapa jauh benda berpindah dari titik awal ke titik akhir. Perpindahan dapat diukur dengan menarik sebuah garis lurus dari titik awal ke titik akhir. Dalam gambar diatas, titik awalnya adalah A sedangkan titik akhirnya adalah C.

Agar lebih mudah dalam memahami perbedaan antara jarak dan perpindahan, perhatikan contoh dibawah ini :

  • Andi bergerak ke arah kanan ke titik B sejauh 100m, kemudian Andi bergerak kembali ke arah kiri ke titik C sejauh 50m. Maka jarak yang ditempuh oleh Andi adalah sebesar 150m (100m + 50m). Sedangkan perpindahan yang dilakukan Andi adalah sebesar 50m.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Perbedaan Jarak dan Perpindahan. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai jarak dan perpindahan. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Monday, May 29, 2017

Bagian-Bagian Sel

Sel Hewan
Sel merupakan penyusun tubuh mahluk hidup yang paling kecil. Kata sel berasal dari kata cella yang mempunyai arti rongga kecil. Sel pertama kali ditemukan pada tahun 1665 oleh seorang penemu asal Britania Raya yang bernama Robert Hooke. Sel sendiri memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga untuk dapat melihatnya kita harus menggunakan alat, yaitu mikroskop.

Sel memiliki berbagai macam bentuk. Namun, dalam sel selalu terdapat 3 bagian utama, yaitu membran plasma, protoplasma, dan inti sel (nukleus). Berikut ini adalah penjelasan mengenai bagian-bagian sel.

Bagian-Bagian Sel

A.Membran Plasma
Membran plasma atau sering disebut juga sebagai selaput plasma merupakan bagian sel yang paling luar. Fungsi dari membran plasma adalah untuk mengatur zat yang masuk dan keluar dari sel. Membran plasma memungkinkan gas oksigen dan makanan masuk kedalam sel, serta zat-zat sisa keluar dari sel.

B.Protoplasma
Protoplasma merupakan bagian paling penting dari sebuah sel karena bagian ini memiliki fungsi untuk mengatur semua kegiatan sel. Bagian ini berbentuk jel yang tersusun dari air, protein, karbohidrat, lemak, garam-garam mineral, dan enzim. Protoplasma terdapat didalam inti sel disebut nukleoplasma. Sedangkan protoplasma yang terdapat di luar inti sel disebut sitoplasma. Pada sitoplasma terdapat organel-organel sel.

C.Inti Sel (nukleus)
Inti sel pada umumnya memiliki bentuk bulat dan terletak pada bagian tengah sel. Didalamnya, terdapat kromosom yang berfungsi membawa sifat yang dapat diturunkan (gen). Inti sel merupakan pusat pengatur seluruh kegiatan sel.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Bagian-Bagian Sel. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai sel. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Sunday, May 28, 2017

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Selain manusia, mahluk hidup yang paling sering kita kenal lainnya adalah hewan dan tumbuhan. Keduannya sama-sama memiliki sel, namun sel daripada keduanya memiliki perbedaan. Perbedaan dari sel keduannya terletak pada bagian membran plasma, sitoplasma, dan vakuola. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan.

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sel Tumbuhan

Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan, yaitu di bagian membran plasma, sitoplasma, dan vakuola.

Pada sel tumbuhan, membran plasma dilindungi oleh dinding sel yang tebal dan kuat. Dinding sel ini tersusun atas selulosa yang menjadikan sel tumbuhan memiliki bentuk yang tetap. Sedangkan pada sel hewan, membran plasma tidak dilindungi oleh dinding sel yang tebal dan kuat sehingga bentuk sel hewan menjadi tidak tetap.


Sel Hewan
Pada sel tumbuhan, sitoplasma mengandung plastida atau butir-butir pembawa zat warna, contohnya kloroplas. Kloroplas sendiri adalah plastida yang mengandung butir-butir warna hijau daun atau klorofil yang berfungsi dalam proses fotosintesis. Sedangkan pada hewan, sitoplasmanya tidak mengandung kloroplas.

Pada sel tumbuhan, vakuola terlihat jelas. Vakuola terbentuk akibat perkembangan dinding sel lebih cepat daripada pertumbuhan protoplasma. Vakuola jarang dijumpai pada sel hewan.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai perbedaan antara Sel Hewan dan Sel Tumbuhan. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi informasi tambahan bagi pembaca mengenai sel. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya