Tuesday, January 30, 2018

Tomat, Buah atau Sayur?

Bunga tomat
Pernahkah anda mendengar buah tomat? pasti saya yakin anda pernah mendengarnya. Bagaimana dengan sayur tomat? saya juga yakin anda pernah mendengarnya. Lalu, sebenarnya tomat itu apa? buah atau sayur? Nah untuk lebih jelasnya mari kita lihat penjelasan dibawah ini.

Tomat, Buah atau Sayur

Sebelum kita mengetahui apakah tomat buah atau sayur, mari kita terlebih dahulu mengetahui apa itu pengertian dari buah dan juga sayur.

1.Pengertian Buah
Buah adalah sesuatu yang berasal dari ovarium matang tumbuhan berbunga. Tentu kita tahu bahwa sebelum menjadi sebuah manga, maka akan ada bunga yang nantinya akan menjadi buah mangga tersebut.

2.Pengertian Sayur
Berbeda dengan buah, sayur adalah bagian lain dari tanaman tersebut selain bunga. Sebagai contoh, kangkung, kol, yang berasal dari daun tumbuhan. wortel, ubi, lobak yang berasal dari akar tumbuhan.

3.Tomat, Buah atau Sayur?
Lalu, bagaimana dengan tomat? tomat sendiri berasal dari bunga tumbuhan tomat. Nah, itu berarti tomat termasuk dalam buah-buahan dan bukan sayur-sayuran sesuai dengan penjelasan diatas. Selain itu ciri-ciri lain yang dapat dengan jelas membedakan tomat buah atau sayur adalah pada tomat terdapat biji yang merupakan salah satu ciri dari buah.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai apakah tomat buah atau sayur. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjawab rasa penasaran anda terhadap tomat.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Thursday, January 11, 2018

Perbedaan Antara Buah dengan Sayur

Tahukah anda dengan tomat? jika ya, maka tentu anda pernah mendengar perbedaan mengenai apakah tomat itu. Apakah tomat itu adalah sayur atau tomat itu adalah buah?. Nah, jika masih bingung mari kita lihat penjelasan dibawah ini mengenai perbedaan antara buah dengan sayur.

Perbedaan Antara Buah dengan Sayur

Sebenarnya mudah saja untuk membedakan buah dengan sayur, karena dasar untuk membedakannya pun terbilang mudah untuk diketahui atau dilihat. Jadi, buah adalah ovarium matang dari tanaman berbunga dan mengandung biji, sedangkan sayur adalah bagian lain dari tanaman tersebut seperti daun, akar, batang. Contoh daripada buah adalah seperti apel, manga, dan lain sebagainya. Sedangkan contoh sayur adalah seperti wortel, kubis, ubi, dan lain sebagainya.

Secara singkat berikut ini adalah perbedaan antara buah dengan sayur :

  1. Buah : berasal dari ovarium matang tumbuhan berbunga
  2. Sayuran : berasal dari salah satu bagian tanaman selain ovarium.

Itu tadi penjelasan mengenai perbedaan antara buah dengan sayur. Bagaimana, sekarang anda sudah tahu bukan apa perbedaan antara buah dengan sayur. Semoga dengan artikel ini dapat menjawab rasa penasaran anda selama ini.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Thursday, November 30, 2017

Sikap Seorang Peneliti


Dalam melakukan penelitian, seorang peneliti harus mempunyai beberapa sikap agar penelitian yang dihasilkan olehnya dapat dipastikan kebenarannya. Jika seorang peneliti tidak memiliki sikap-sikap seperti dibawah ini, maka penelitian yang ia lakukan dapat diragukan kebenarannya. Lalu, apa saja sikap-sikap yang harus dimiliki seorang peneliti? Berikut ini adalah sikap-sikap tersebut.

Sikap Seorang Peneliti
Ada 3 sikap yang harus dimiliki oleh seorang peneliti untuk menghasilkan penelitian yang baik. Berikut ini adalah ketiga sikap tersebut :

  1. Objektif : Seorang peneliti tidak boleh menggabungkan perasaan pribadinya kedalam penelitian yang bersifat subjektif. Agar menghasilkan sebuah penelitian yang baik, maka peneliti harus bekerja sesuai dengan data-data yang ia dapatkan dilapangan. Sebab, jika seorang peneliti memasukkan perasaan pribadinya, maka penelitian tersebut tidak lagi berdasarkan fakta.
  2. Kompeten : Seorang peneliti harus memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik penelitian tertentu.
  3. Faktual : Seorang peneliti harus bekerja sesuai dengan fakta yang ia peroleh.

Nah, itu penjelasan mengenai sikap seorang peneliti. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat membantu pembaca menjadi seorang peneliti yang baik dan menghasilkan penelitian yang baik pula.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Referensi :
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis.   

Pengertian, Kegunaan, dan Syarat Penelitian


Apa yang ada dibenak kalian jika mendengar kata "Penelitian"? mungkin banyak orang menanggap bahwa penelitian adalah hal yang hanya dapat dilakukan oleh para ahli. Namun, pendapat tersebut salah. Penelitian adalah suatu hal yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Anda tidak harus menjadi seorang ahli yang hebat agar dapat melakukan penelitan. Anggapan bahwa penelitan merupakan hal yang hanya dapat dilakukan oleh ahli adalah salah, karena semua orang berhak melakukan apa yang ingin dia teliti. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penelitian, mari kita bahas mengenai pengertian, kegunaan, dan juga syarat penelitian dibawah ini.

A.Pengertian Penelitian
Berikut ini adalah definisi penelitian menurut beberapa ahli :

  1. Marzuki : Penelitian adalah suatu usaha untuk mengumpulkan, mencari, dan menganalisis fakta-fakta mengenai suatu masalah.
  2. Supranto : Penelitian dari suatu bidang ilmu pengetahuan adalah kegiatan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, dan sistematis.
  3. Sutrisno Hadi : Penelitian adalah suatu usaha untuk menemukan sesuatu, mengisi kekosongan atau kekurangan, mengembangkan atau memperluas, dan menggali lebih dalam apa yang telah ada, serta menguji kebenaran terhadap apa yang sudah ada tetapi masih diragukan kebenarannya.

B.Kegunaan Penelitian
Dilihat dari kepentingan ilmu pengetahuan, maka penelitian memiliki kegunaan sebagai berikut :

  1. Memperkuat ilmu pengetahuan : Ilmu yang sudah ada dapat dipastikan lagi kebenarannya dengan melakukan penelitian.
  2. Membina dan mengembangkan ilmu pengetahuan : Ilmu yang sudah ada dapat dikembangkan lagi dengan adanya penelitian.

Ilmu pengetahuan tidak akan dapat bertambah maju tanpa adanya penelitian. Sebab, penelitian adalah dasar untuk meningkatkan pengetahuan dan pengetahuan merupakan dasar dari semua tindakan dan usaha.

C.Syarat Penelitian
Ada 3 syarat yang harus diperhatikan untuk melakukan penelitian. Berikut ini adalah ketiga syarat tersebut :

  1. Sistematis : Penelitian dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling sederhana sampai yang kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
  2. Terencana : Penelitian harus dilaksanakan dengan sengaja dan sudah dipikirkan dengan baik langkah-langkah pelaksanaannya.
  3. Mengikuti konsep ilmiah : Mulai dari awal sampai akhir kegiatan, penelitian dilakukan menurut cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.

Nah, itu penjelasan mengenai pengertian, kegunaan, dan syarat penelitian. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai penelitian.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Referensi :
Maryaai, Kun dan Juju Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis.  

Saturday, November 18, 2017

Pengertian, Tujuan, dan Bagian-Bagian Resensi


Setiap buku yang baru saja diterbitkan pada umumnya memiliki resensi. Resensi sebuah buku dilakukan oleh orang-orang professional di bidang yang dibahas di dalam buku tersebut. Tentu, pembuatan resensi memiliki tujuan. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai resensi.

A.Pengertian Resensi
Resensi dapat diartikan memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas isi buku atau mengkritik sebuah buku.

B.Tujuan Resensi
Resensi buku tentu memiliki tujuan tertentu. Secara umum, resensi bertujuan untuk menilai sebuah buku apakah layak/tidak untuk dibaca. Adapun tujuan khusus dari resensi, yaitu :

  1. Bagi penulis : resensi sebagai tolak ukur penulis untuk menciptakan buku dengan kualitas yang lebih baik.
  2. Bagi pembaca : resensi sebagai pertimbangan apakah mau membeli buku tersebut atau tidak.
  3. Bagi masyarakat : resensi sebagai informasi bahwa akan ada buku baru yang diterbitkan.

C.Bagian-Bagian Resensi
Resensi memiliki beberapa bagian. Berikut ini adalah bagian-bagian dari resensi.

1.Judul resensi
Merupakan judul dari sebuah resensi.

2.Identitas buku
Pada bagian ini, dibagi menjadi beberapa bagian lagi, yaitu :

  • Judul buku : judul dari buku yang akan diresensi.
  • Nama pengarang : nama dari pengarang buku yang akan diresensi.
  • Nama penerbit : penerbit yang menerbitkan buku yang akan diresensi.
  • Kota penerbit : kota yang menjadi tempat penerbit dari buku yang akan diresensi.
  • Tanggal penerbit : kapan buku yang akan diresensi diterbitkan.
  • Tebal buku/jumlah halaman : banyaknya halaman pada buku yang akan diresensi.
  • Harga buku (tidak wajib) : harga buku yang akan diresensi.

3.Kepengarangan
Pada bagian ini akan dijelaskan latar belakang dari pengarang buku yang akan diresensi seperti ia bekerja sebagai apa, latar belakang pendidikan, karya-karya yang telah dihasilkan dan lain-lain. Pada bagian ini kita akan menjadi tahu apakah pengarang tersebut seorang professional atau masih seorang pemula.

4.Ringkasan/Ikhtisar/Sinopsis
Ringkasan/Ikhtisar merupakan sebuah ringkasan dari buku non-fiksi yang disesuaikan dengan daftar isi. Sedangkan sinopsis merupakan penceritaan ulang dari sebuah buku fiksi yang pola urutannya bebas.

5.Keunggulan/Kelemahan Buku
Pada bagian ini akan dijelaskan keunggulan dan kelemahan dari buku yang akan diresensi.

6.Sasaran Buku
Pada bagian ini akan dijelaskan siapa yang cocok untuk membaca buku ini, apakah seorang dewasa, remaja, ataupun semua umur.

Nah, itu penjelasan mengenai pengertian, tujuan, dan bagian-bagian resensi. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi informasi kepada pembaca mengenai resensi.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Thursday, November 16, 2017

7 Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Indonesia


Di Indonesia, terdapat 7 hal yang menjadi kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. Berikut ini adalah ke 7 kunci pokok sistem pemerintahan di Indonesia.

7 Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Indonesia

  1. Indonesia adalah negara hukum. Artinya setiap penyelengaraan negara harus didasarkan atas hukum.
  2. Sistem Konstitusional. Hal ini menyatakan bahwa kehidupan kenegaraan diatur dalam konstitusi.
  3. Kekuasaan negara tertinggi terletak di tangan rakyat.
  4. Presiden memegang kedaulatan pemerintahan tertinggi dibawah MPR.
  5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR.
  6. Menteri-menteri negara adalah pembantu Presiden dan tidak bertanggung jawab pada DPR.
  7. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. Kekuasaan Presiden tidak bersifat mutlak dan Presiden sungguh-sungguh harus memperhatikan suara DPR.

Nah, itu penjelasan mengenai 7 kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai sistem pemerintahan Indonesia.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Wednesday, November 15, 2017

Apakah Presiden dapat Keluar dari Partai Politik?


Pernahkah anda berpikir apakah seorang Presiden dapat keluar dari partai politik pengusungnya? Sebab banyak orang yang mengira bahwa Presiden merupakan "boneka" dari partai politik, dan menyarankan untuk tidak diperalat oleh partai politik. Hal inilah yang membuat kita berpikir mengapa Presiden tidak keluar saja dari partai politiknya agar Ia tidak dituduh yang tidak-tidak?

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah apakah bisa seorang Presiden keluar dari partai politik pengusungnya? jawabannya adalah Ya, tentu saja bisa. Meskipun seorang Presiden diusung oleh sebuah partai politik, namun Presiden tetap dapat memilih keluar dari partai politik, sebab Presiden dipilih oleh rakyat dan bukan hanya partai politik pengusungnya. Namun, tentu saja hal ini akan mendapat reaksi keras dari partai politik pengusungnya.

Nah, itu penjelasan apakah Presiden dapat keluar dari partai politik. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjawab pertanyaan pembaca sekalian.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.