Thursday, March 1, 2018

Prinsip Manajemen Henry Fayol

Henry Fayol adalah seorang pembisnis Perancis yang memiliki pemikiran cermat dalam menganalisis wirayat kerjanya dalam bidang manajemen. Pengalamannya tersebut membuat ia dapat mengemukakan prinsip manajemen yang ia tulis dalam buku yang berjudul Administration Industrielle et Generale pada tahun 1916.

Berikut ini adalah prinsip-prinsip manajemen menurut Henry Fayol.

1.Pembagian Kerja
Pembagian kerja merupakan spesialisasi yang diperlukan agar pengunaan tenaga kerja menjadi efisien. Contoh : ketua, sekretaris, bendahara, dan lain sebagainya.

2.Otoritas dan Tanggung Jawab
Tanggung jawab akan muncul jika ada otoritas. Tanggung jawab harus sepadan dengan otoritas. Contoh jika seorang ketua bertanggung jawab akan lancarnya suatu acara, maka ia harus memiliki otoritas yang sepadan dengan tanggung jawab yang diemban. Contoh : ketua diberikan wewenang untuk meminta bendahara mengeluarkan banyak uang demi kelancaran acara.

3.Disiplin
Untuk mencapai suatu tujuan organisasi, maka diperlukan disiplin. Tidak mudah bagi seseorang untuk dapat memiliki sikap disiplin. Diperlukan latihan agar sikap disiplin dapat muncul. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan disiplin :

  • Adanya pengawasan disiplin di tiap tingkatan manajemen.
  • Adanya kesepakatan bentuk disiplin antara atasan dengan bawahan.
  • Adanya hukuman bila suatu kesepakatan dilanggar.

4.Kesatuan Komando
Kesatuan komando artinya bawahan harus menerima perintah dari satu atasan saja. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kekacauan. Sebab, jika perintah diberikan oleh beberapa orang maka akan menimbulkan kesalahpahaman dan akan membuat sulit karyawan harus menuruti perintah dari atasan yang mana.

5.Kesatuan Pengarahan
Menurut prinsip ini, setiap kelompok aktivitas dengan tujuan yang sama harus memiliki satu kepala dan satu rencana. Perbedaanya dengan prinsip keempat adalah prinsip ini berhubungan dengan organisasi induk, bukan berhubungan dengan pegawai.

6.Mengutamakan Kepentingan Umum Dibandingkan Kepentingan Individu
Kepentingan bersama harus terlebih dahulu diutamakan dibandingkan kepentingan individu agar tujuan organisasi dapat tercapai. Sebab, jika mengutamakan kepentingan individu terlebih dahulu maka dapat menimbulkan kekacauan. Contoh : ketua lebih mengutamakan rapat dibandingkan jalan-jalan.

7.Gaji
Pemberian gaji harus adil bagi karyawan sesuai dengan kebutuhan hidup, situasi ekonomi, serta kondisi perusahaan. Metode pemberian gaji juga harus dipikirkan agar memberikan kepuasan semaksimal mungkin.

8.Sentralisasi dan Desentralisasi
Di organisasi skala kecil, manajer secara langsung memberikan perintah kepada bawahan, sehingga terjadi sentralisasi secara absolut. Namun, pada skala yang lebih besar, dimana ada rantai yang panjang antara manajer dan bawahan, maka perlu ada desentralisasi.

9.Rantai Saklar
Rantai saklar merupakan peringkat pangkat mulai dari yang tertinggi hingga yang paling rendah. Hal ini tidak boleh dilanggar tanpa sebab, namun harus diperpendek bila birokrasi terlalu berbelit-belit.

10.Keteraturan
Keteraturan artinya adalah menempatkan seseorang yang tepat di tempat yang tepat. Keteraturan ini dapat tercipta melalui keseimbangan antara pengetahuan manusia dan penggunaan sumber daya yang tersedia.

11.Keadilan
Keadilan sangat diperlukan agar karyawan dapat setia pada perusahaan tersebut. Karena, jika seorang manajer bersikap sewenang-wenang maka para karyawan tidak akan bertahan lama di dalam organisasi tersebut.

12.Stabilitas Masa Jabatan
Baik manajer maupun bawahan membutuhkan waktu untuk mempelajari pekerjaan mereka. Oleh karena itu, jangan melakukan pertukaran pegawai dalam waktu yang singkat. Sebab hal ini dapat membuang waktu perusahaan karena harus mengajar pegawai baru kembali.

13.Inisiatif
Inisiatif merupakan pemikiran atau pelaksanaan suatu rencana. Agar muncul inisiatif dari bawahan, manajer harus mengurangi egonya. Selama bawahan tidak melanggar otoritas atau disiplin, dan selama perwujudan inisiatif dapat membantu mencapai tujuan, maka inisiatif tersebut harus dibiarkan.

14.Semangat Korps
Semangat korps sangat diperlukan agar suatu organisasi mencapai tujuannya. Manajer harus dapat menjaga kelompoknya agar tetap bersama dan tidak terpecah. Sebab jika kelompok tersebut pecah maka dapat menggangu organisasi dalam mencapai tujuannya.

Itu tadi penjelasan mengenai prinsip manajemen Henry Fayol. Semoga artikel ini dapat memberi informasi mengenai prinsip manajemen menurut Henry Fayol.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan aritkel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.


Tuesday, February 20, 2018

Jenis-Jenis Penelitian

Untuk menemukan sebuah fakta atau pengetahuan baru, manusia harus melakukan penelitian. Penelitian boleh dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja sesuai dengan fakta yang ingin didapatkan, tidak harus seorang ahli. Hal inilah yang membuat terdapat berbagai jenis penelitian. Umumnya, penelitian dapat dibagi menjadi lima kelompok besar. Berikut ini adalah penjelasannya

Jenis-Jenis Penelitian

A.Penelitian Menurut Tujuannya
Menurut tujuannya, penelitian dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu penelitian dasar dan penelitian terapan. Berikut ini adalah penjelasan kedua kelompok penelitian tersebut :

1.Penelitian Dasar
Kegiatan utama dalam penelitian dasar adalah mengumpulkan informasi untuk menyusun konsep dan hubungan, serta perjalinan teoritik untuk menemukan prinsip-prinsip umum mengenai suatu topik (permasalahan) yang nyata dalam kehidupan. Sebagai contoh adalah Albert Einstein dengan teori relativitasnya.

2.Penelitian Terapan
Dalam penelitian terapan, hal yang dilakukan adalah mengumpulkan informasi yang bertujuan untuk memecahkan suatu persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian terapan akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan terbatas pada problem yang menjadi objek penelitian saja dan tidak diterapkan pada masalah yang lebih luas. Sebagai contoh penelitian kecepatan mengetik siswa SMA yang berguna untuk memberikan langkah tepat dalam penyelesaian pembuatan dokumen.

B.Penelitian Menurut Metodenya
Menurut metodenya, penelitian dapat dibagi menjadi beberapa jenis sebagai berikut.

1.Penelitian Historik
Penelitian Historik berusaha untuk mengkaji peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Sumber dari penelitian ini adalah gambaran tertulis maupun lisan dari objek penelitian. Tujuannya adalah membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif. Contohnya penelitian tentang praktik administrasi pada zaman kerajaan Hindu-Buddha.

2.Penelitian Survei
Penelitian survei berusaha untuk mendapatkan informasi dari sekelompok orang dengan cara melakukan penyebaran angket atau wawancara. Pada umumnya, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya konflik antar agama.

3.Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen merupakan jenis penelitian yang memanipulasi atau mengontrol situasi alamiah menjadi situasi buatan sesuai dengan tujuan penelitian. Misal, pengaruh tidur larut terhadap prestasi belajar, nantinya akan ada dua kelompok besar dimana salah satu kelompok tidur dengan waktu normal sedangkan kelompok lainnya tidur larut. Lalu, dilihatlah prestasi belajar dari dua kelompok tersebut apakah sama atau terdapat perbedaan.

4.Penelitian Observasi
Penelitian Obeservasi adalah penelitian yang mendapatkan informasi secara langsung dari tingkah laku orang yang diamati.

C.Penelitian Menurut Taraf Pemberian Informasi
Menurut taraf pemberian informasi, penelitian dapat dibedakan menjadi 3, yaitu deskriptif, eksplanasi, dan eksplorasi.

1.Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif menghasilkan penelitian yang tarafnya memberikan penjelasan mengenai gambaran tentang ciri-ciri suatu gejala yang diteliti. Tujuannya adalah mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya. Penelitian deskriptif hanya merupakan penyingkapan fakta. Dalam penelitian ini, peneliti hanya melukiskan, memaparkan, dan melaporkan suatu keadaan, objek, atau peristiwa tanpa menarik kesimpulan umum.

2.Penelitian Eksplanasi
Penelitian eksplanasi menghasilkan penelitian yang lebih lengkap dibandingkan penelitian deskriptif. Penelitian jenis ini tidak hanya menjawab pertanyaan apa atas suatu persoalan, tapi juga menggambarkan mengapa persoalan dapat muncul. Penelitian jenis ini akan menghasilkan sebuah kesimpulan baik berupa asosiatif atau kausalitas. Kesimpulan asosiatif menjelaskan hubungan dua variabel atau lebih, tetapi tidak membuktikan variabel mana yang menjadi penyebab dan mana yang akibat. Sedangkan kausalitas adalah memberikan penjelasan secara konkret tentang variabel mana yang penyebab dan mana yang akibat.

3.Penelitian Eksplorasi
Penelitian eksplorasi menghasilkan penelitian yang sangat dalam. Menyangkut apa, mengapa, bagaimana dari suatu fenomena sosial. Penelitian ini tidak hanya menggambarkan sebuah fenomena sosial, tetapi juga menjelaskan mengapa fenomena terjadi, dan bagaimana fenomena tersebut diterima masyarakat.

D.Penelitian Menurut Data yang Dikumpulkan
Menurut data yang dikumpulkan, penelitian dapat dibedakan menjadi 2, yaitu sebagai berikut.

1.Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang menekankan pada jumlah data yang dikumpulkan. Penelitian ini hanya melihat data lapisan permukaan.

2.Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif menekankan pada kualitas data dan kedalaman data yang diperoleh.

E.Penelitian Menurut Tempat Pelaksanaanya
Menurut tempat pelaksanaanya, penelitian dapat dibedakan menjadi 3, yaitu.

1.Penelitian Laboratorium
Penelitian ini dilakukan disuatu tempat khusus dengan berbagai peralatan dan teknologi. Pada umumnya penelitian ini dilakukan oleh sebuah tim dengan anggota yang berasal dari berbagai disiplin ilmu.

2.Penelitian Lapangan
Penelitian lapangan dilakukan di kehidupan sebenarnya, misalnya penelitian tentang kehidupan orang miskin, pengemudi becak dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan realitas yang terjadi di masyarakat.

3.Penelitian Perpustakaan
Penelitian ini dilakukan di perpustakaan. Peneliti akan mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan berbagai materi misalnya buku, peta, dan lain sebagainya. Pada umumnya penelitian perpustakaan merupakan dasar untuk melakukan penelitian lapangan.

Itu tadi penjelasan mengenai jenis-jenis penelitian. Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberi informasi kepada pembaca mengenai jenis penelitian.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Referensi :
Maryaai, Kun dan Juju Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis. 

Friday, February 16, 2018

Macam-Macam Pedoman Wawancara

Salah satu cara untuk mengumpulkan data dalam penelitian adalah dengan melakukan wawancara. Untuk melakukan wawancara diperlukan persiapan yang matang agar wawancara dapat berjalan dengan baik dan lancar. Selain alat, pedoman dalam wawancara juga harus diperhatikan.

Ada dua macam pedoman dalam wawancara, yaitu pedoman wawancara tidak terstruktur dan pedoman wawancara terstruktur. Berikut ini adalah penjelasannya.

Macam-Macam Pedoman Wawancara

A.Pedoman Wawancara Tidak Terstruktur
Pada pedoman wawancara tidak terstruktur, pewawancara hanya memuat garis-garis besar wawancara saja. Wawancara disesuaikan dengan garis besar pembicaraan yang telah dipersiapkan. Pada pedoman ini, kreatifitas dari pewawancara sangat diperlukan karena hasil wawancara lebih banyak tergantung dari pewawancara sendiri.

B.Pedoman Wawancara Terstruktur
Pada pedoman wawancara terstruktur, pertanyaan disusun secara terperinci sama seperti halnya dengan kuesioner. Pewawancara akan memberikan tanda centang pada pilihan jawaban yang telah tersedia.

Itu tadi penjelasan mengenai macam-macam pedoman wawancara. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah informasi pembaca mengenai wawancara.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Referensi :  
Maryaai, Kun dan Juju Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis. 

Saturday, February 10, 2018

Pengertian dan Jenis-Jenis Data

Dalam mencapai tujuan penelitian, seorang peneliti harus mengumpulkan data yang benar, sehingga tujuan penelitian dapat dicapai. Maka dari itu, pengumpulan data merupakan salah satu langkah penting dalam penelitian.

Dikarenakan data merupakan hal yang penting dalam penelitian, maka kita harus mengenal lebih jauh apa itu data dan jenis-jenisnya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian data dan jenis-jenis data.

A.Pengertian Data
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) data adalah keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan).

B.Jenis-Jenis Data
Data memiliki banyak jenis, dan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis data.

1.Jenis Data Menurut Cara Perolehannya
Menurut cara perolehannya data dapat dibedakan menjadi 2, yaitu data primer dan data sekunder. Berikut ini adalah penjelasannya.

  • Data Primer : data primer adalah data yang didapatkan langsung dari lapangan ataupun laboratorium yang diolah oleh organisasi ataupun perseorangan. Data ini dapat diperoleh melalui wawancara, angket, ataupun observasi. Contoh : petugas sensus penduduk yang mendatangi tiap-tiap rumah.
  • Data Sekunder : data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak lain. Artinya data tersebut tidak diperoleh secara langsung, tetapi melalui pihak-pihak lain. Contoh : data mengenai penduduk Indonesia tahun 2010 bisa kita dapatkan dari pemerintah.

2.Jenis Data Menurut Sifatnya
Menurut sifatnya data dapat dibedakan menjadi 2, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Berikut ini adalah penjelasan mengenai kedua jenis data tersebut.

  • Data Kualitatif : data kualitatif adalah data yang tidak dalam bentuk angka. Contoh : lingkungan kumuh akibat adanya bangunan liar.
  • Data Kuantitatif : data kuantitatif adalah data yang dalam bentuk angka. Contoh : 80% warga Indonesia beragama Islam.

3.Jenis Data Menurut Sumbernya
Menurut sumbernya data dapat dibedakan menjadi data internal dan data eksternal. Berikut ini adalah penjelasannya.

  • Data Internal : data internal adalah data yang menggambarkan keadaan didalam suatu organisasi seperti perusahaan, departemen, ataupun negara. Contoh : data negara, seperti berapa luas negara, jumlah penduduknya, berapa pendapatan perkapita, dan lain-lain.
  • Data Eksternal : data eksternal adalah data yang menggambarkan keadaan di luar suatu organisasi. Contoh : Pendapat masyarakat tentang suatu perusahaan.

Itu tadi penjelasan mengenai pengertian dan jenis-jenis data. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai data.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang bermanfaat dan menarik selanjutnya.


Jenis-Jenis Wawancara

Dalam melakukan penelitian, ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data. Salah satu dari cara tersebut adalah dengan melakukan wawancara. Ada 3 jenis wawancara yang pada umumnya digunakan oleh peneliti. Berikut ini adalah ketiga jenis wawancara tersebut.

Jenis-Jenis Wawancara

1.Wawancara Bebas (unguided interview)
Wawancara bebas adalah wawancara yang dilakukan tanpa harus menggunakan acuan pertanyaan. Hal ini berarti sang pewawancara bebas bertanya apa saja kepada narasumber. Wawancara jenis ini akan membuat narasumber tidak menyadari bahwa ia sedang diwawancarai, sehingga wawancara jenis ini akan membuat suasana lebih santai. Adapun kelemahan dari wawancara ini adalah nantinya pertanyaan yang diajukan kurang terkendali.

2.Wawancara Terpimpin (guided interview)
Wawancara terpimpin adalah wawancara yang dilakukan dengan menggunakan acuan pertanyaan. Pada wawancara ini, pewawancara akan membawa sederet pertanyaan yang nantinya akan dijawab oleh narasumber.

3.Wawancara Bebas Terpimpin 
Wawancara bebas terpimpin merupakan gabungan dari wawancara bebas dengan wawancara terpimpin. Pada wawancara ini, pewawancara akan membawa sederet pertanyaan, namun pada saat wawancara, pewawancara dapat mengembangkan beberapa pertanyaan lagi, sehingga ada pertanyaan yang telah disiapkan dan ada pertanyaan yang dilakukan secara spontan.

Itu tadi penjelasan mengenai jenis-jenis wawancara. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat memberi informasi tambahan kepada pembaca mengenai jenis-jenis wawancara.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Referensi :  
Maryaai, Kun dan Juju Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis. 

Tuesday, January 30, 2018

Tomat, Buah atau Sayur?

Bunga tomat
Pernahkah anda mendengar buah tomat? pasti saya yakin anda pernah mendengarnya. Bagaimana dengan sayur tomat? saya juga yakin anda pernah mendengarnya. Lalu, sebenarnya tomat itu apa? buah atau sayur? Nah untuk lebih jelasnya mari kita lihat penjelasan dibawah ini.

Tomat, Buah atau Sayur

Sebelum kita mengetahui apakah tomat buah atau sayur, mari kita terlebih dahulu mengetahui apa itu pengertian dari buah dan juga sayur.

1.Pengertian Buah
Buah adalah sesuatu yang berasal dari ovarium matang tumbuhan berbunga. Tentu kita tahu bahwa sebelum menjadi sebuah manga, maka akan ada bunga yang nantinya akan menjadi buah mangga tersebut.

2.Pengertian Sayur
Berbeda dengan buah, sayur adalah bagian lain dari tanaman tersebut selain bunga. Sebagai contoh, kangkung, kol, yang berasal dari daun tumbuhan. wortel, ubi, lobak yang berasal dari akar tumbuhan.

3.Tomat, Buah atau Sayur?
Lalu, bagaimana dengan tomat? tomat sendiri berasal dari bunga tumbuhan tomat. Nah, itu berarti tomat termasuk dalam buah-buahan dan bukan sayur-sayuran sesuai dengan penjelasan diatas. Selain itu ciri-ciri lain yang dapat dengan jelas membedakan tomat buah atau sayur adalah pada tomat terdapat biji yang merupakan salah satu ciri dari buah.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai apakah tomat buah atau sayur. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjawab rasa penasaran anda terhadap tomat.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Thursday, January 11, 2018

Perbedaan Antara Buah dengan Sayur

Tahukah anda dengan tomat? jika ya, maka tentu anda pernah mendengar perbedaan mengenai apakah tomat itu. Apakah tomat itu adalah sayur atau tomat itu adalah buah?. Nah, jika masih bingung mari kita lihat penjelasan dibawah ini mengenai perbedaan antara buah dengan sayur.

Perbedaan Antara Buah dengan Sayur

Sebenarnya mudah saja untuk membedakan buah dengan sayur, karena dasar untuk membedakannya pun terbilang mudah untuk diketahui atau dilihat. Jadi, buah adalah ovarium matang dari tanaman berbunga dan mengandung biji, sedangkan sayur adalah bagian lain dari tanaman tersebut seperti daun, akar, batang. Contoh daripada buah adalah seperti apel, manga, dan lain sebagainya. Sedangkan contoh sayur adalah seperti wortel, kubis, ubi, dan lain sebagainya.

Secara singkat berikut ini adalah perbedaan antara buah dengan sayur :

  1. Buah : berasal dari ovarium matang tumbuhan berbunga
  2. Sayuran : berasal dari salah satu bagian tanaman selain ovarium.

Itu tadi penjelasan mengenai perbedaan antara buah dengan sayur. Bagaimana, sekarang anda sudah tahu bukan apa perbedaan antara buah dengan sayur. Semoga dengan artikel ini dapat menjawab rasa penasaran anda selama ini.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.